Pengalaman untuk mahasiswa yang mengambil jurusan Kuliah perhotelan

6
1713

Anak kuliahan itu selalu identik dengan anak muda yang sedang berusaha dan berjuang memantapkan masa depan, membentuk mental yang kuat. Maka dari itu terus belajar dan mengasah kemampuan dalam diri sehingga tingkat percaya diri akan meningkat dan mental menjadi lebih siap dalam menghadapi segala tantangan yang akan terjadi. Asah kemampuan diri bisa dilakukan dengan belajar, melatih skill, mencari informasi -informasi terkait untuk menambah wawasan sehingga siap bersaing dalam segala jenis industri.

Disamping itu anak kuliahan pola pikirnya sudah berbeda sudah bisa memikirkan kehidupan kedepannya itu seperti apa,bisa di bilang sudah bisa menjadi sosok manusia dewasa yang bisa mempertanggungjawabkan setiap rasa sedih dan bahagia di setiap cerita dan perjalanan hidup yang di lewatinya.

Begitu juga anak yang kuliah di perhotelan merasakan hal yang sama. Tetapi dibalik kesamaan itu,kami semua memiliki mimpi yang sama untuk berjuang mepertahankan masa depan dan kami memiliki rasa yang sama rasa yang harus kami lewati untuk menjadi orang yang bisa membuat orang tua kami berlinang air mata kebahagiaan.

1. Kuliah Perhotelan Mau Jadi Apa?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering kita dengar dan selalu mampir ke telinga anak yang kuliah di perhotelan, “kamu kuliah di perhotelan itu untuk apa sih ?”.

Mulai dari teman,saudara,sampai ke orang tua mungkin menanyakan hal yang sama,sepertinya mereka khawatir dengan masa depan ketika mengambil jurusan kuliah yang bernama,Perhotelan.

Untuk terjun ke dalam industri perhotelan tidak gampang seperti yang kita bayangkan, kerja di hotel itu butuh stamina yang kuat, gak boleh ngeluh apalagi gampang sakit. Kenapa begitu ?Karna terkadang kita akan menemukan schedule yang sering berubah (jumping shift) yang mengakibatkan pola tidur bisa berubah drastis,yang bisa mengakibatkan kelelahan dan sakit. Maka dari itu mental baja harus benar benar di persiapkan di dalam industri perhotelan.

2. Hotel? Pandangan yang selalu Negatif.

Nah ini juga nih,pemikiran yang seperti ini yang sering kita hawatirkan,pemikiran yang sangat sempit yang selalu tertanam di dalam otak masyarakat-masyarakat yang awam yang selalu mengganggap perhotelan adalah sesuatu yang berhubugan dengan yang negatif.

Padahal kalo otak kita selalu negatif segala pekerjaan yang kita kerjakan pasti akan berbuah negatif justru malah akan menunda kesuksesaan di masa depan. Coba deh pola pikir yang negtf ini harus kita buang jauh-jauh dan tanamkan pemikiran yang selalu positif demi masadepan yang gemilang. Dan jadikan motivasi dan semangat dengan bekerja di hotel itu tempat menyalurkan bakat dan skill bagi hidup.

Karna bukan pekerjaan yang membuat orang menjadi negatif, tetapi pola fikir. Pariwisata juga di kelola dengan sangat profesional,apalagi kuliahnya saya gak gampang.

3. Penilaian Masyarakat tentang anak perhotelan pasti pinter memasak.

Kebanyakan di mata masyarakat berfikirnya  kalo sudah di perhotelan pasti jago masak begitu penyimpulannya secara umumnya.

Kali ini saya mau berbagi ilmu mendasar. Hotel itu,minimal ada tujuh departemen, dan anak perhotelan di beberapa kampus akan memilih konsentrasi,spesialisasi,atau penjurusan sesuai minat kami, ada Front Office, House Keeeping, F&B Product, dan F&B Service, Marketing, Accounting, HRD, sampai ke departemen Loundry.

Nah,anak yang bisa masak itu ambil spesialisasi F&B product,itu saja di bagi lagi,bisa ke Hot and Cold KItchen atau Pastry and Bakery. Jadi, gak selamanya anak perhotelan itu di simpulkan bisa masak dan jadi chef semua.

4. Kuliahnya belajar membereskan tempat tidur aja gak  sih?

Di era sekarang saat ini hotel tidak selamanya menjual  ataupun merapikan kamar saja, bahkan hotel bisa menjual F&B product sebagai kekuatan hotel,dan ruang meeting untuk kegiatan MICE,atau untuk hiburan lain.

Jadi, hotel tidak identik dengan kamar dan tempat tidur saja,tetapi anak perhotelan belajar tentang itu,khususnya anak house keeping tetapi anak hotel tidak selamnya  ngurusin kamar.

5. Kemampuan Lulusan LP3BL dalam berkomunikasi dan berbahasa asing.

Kalau masalah komunikasi sepertinya hampir semua pekerjaan membutuhkan,tetapi kemampuan berbahasa asing memang harus dimiliki oleh yang job desknya yang selalu berintraksi dengan tamu asing. Disinilah mental kita di latih dalam berhasa yang baik dan benar agar terlihat profesional di hadapan tamu asing. Untuk mereka yang bekerja jarang atau tidak pernah berinteraksi dengan tamu juga banyak kemampuan bahasanya memprihatinkan,mungkin seperti di accounting,ada store atau purchasing,human resource departmen,yang memang job nya tidak berhubungan dengan tamu. Ya walaupun ad beberpa hotel besar dan chains internasional harus dan mewajibkan semua karyawan harus jago bahasa asing, minimal inggris.

BAGIKAN

6 KOMENTAR

  1. Sekolah perhotelan membentuk karakter yang tangguh dan mandiri.. Tidak semua juga yg sekolah perhotelan harus bekerja dihotel tapi mampu bersaing dalam dunia usaha lain.. Semangat.. Siapkan diri menghadapi persaingan hidup..

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.