Sejarah

 LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHOTELAN BUDI LUHUR (LP3BL)

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Perhotelan BudiLuhur (LP3BL) secara resmi didirikan pada tanggal 18 Maret 2000 berdasarkan Akta Pendirian Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Budi Luhur Nomor 21 tanggal 18 Maret 2000, Notaris Abdullah, SH. dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Agustus 2000 di Dusun Mangsit, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupatan Lombok Barat, NTB. LP3BL didirikan dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat dengan membidik kalangan usia produktif tamatan Sekolah Menengah Atas dan sederajat yang berasal dari keluarga yang tidak mampu secara financial (keluarga miskin) untuk meneruskan pendidikan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam hal ini peserta Pendidikan dan Pelatihan di LP3BL sama sekali tidak ditarik biaya pendidikan dan pelatihan alias ‘Gratis.’

Pada awal operasionalnya LP3BL, yang berada dibawah tanggung jawab ketua Yayasan Bapak Drs. H. Bakhtiar Baharuddin, MM., sekaligus merupakan Direktur LP3BL,  mendapat dukungan dana sepenuhnya dari sebuah Yayasan Asing yang berasal dari negara Belanda bernama “Het Schone Streven (HSS)” sejak tahun 2000 hingga akhir tahun 2013. Organisasi ini merupakan paguyuban warga Negeri Belanda yang terdiri dari para keturunan serdadu / tentara Belanda yang pada masa colonial dahulu pernah tinggal di Indonesia dan mempunyai ide dan pandangan yang sama untuk membantu masyarakat tidak mampu terutama generasi muda untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas dan yang Sederajat.

Dalam perkembangannya selama ini LP3BL mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat terbukti dengan semakin bertambahnya peminat pada setiap tahun pelajaran baru dan telah berhasil menempatkan sebagian besar alumninya di Dunia Industri / Dunia Usaha sampai saat ini. Sebaran alumni LP3BL saat ini dapat ditemukan di berbagai Hotel berbintang maupun non bintang hingga restoran dan café yang berada diseluruh wilayah Provinsi NTB, luar NTB, bahkan sampai ke Luar Negeri (di daratan maupun di Kapal Pesiar).

Akan tetapi dalam proses perkembangan selanjutnya terjadi Krisis Ekonomi/Moneter yang melanda dunia secara merata termasuk negara sumber Donatur yaitu Belanda. Dampak Krisis ini juga berpengaruh pada keadaan Financial Yayasan HSS dan pada akhirnya tidak mampu lagi menunjang dan mendukung Operasional LP3BL sehingga Yayasan memutuskan untuk menghentikan bantuan / donasi. Akibatnya asset Yayasan harus di jual dan dikembalikan kepada Yayasan Pusat di Belanda. Dengan demikian terhitung mulai bulan Januari 2014 kegiatan Operasional LP3BL ditutup untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Hingga sampai penutupan sementara tersebut jumlah alumni LP3BL yang telah menempuh pendidikan dan pelatihan hingga selesai mencapai kurang lebih 700-an alumni.

Penutupan sementara Operasional LP3BL ini ternyata menuai protes dan keberatan dari para Mitra baik dari kalangan peminat (Masyarakat Umum) maupun para pengguna outputnya (Hotel, Restoran maupun Café) yang ada diseputaran Kawasan Pariwisata Senggigi maupun wilayah lain tempat sebaran peminat maupun pengguna. Protes dan keberatan atas penutupan ini menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan pada Internal Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Budi Luhur untuk mengkaji dan menganalisa tindakan apa yang sebaiknya di lakukan untuk LP3BL. Berdasarkan masukan dan berbagai pemikiran positif dari para mitra dan rekanan lainnya akhirnya Yayasan memutuskan untuk membuka kembali Operasional LP3BL.

Namun dikarenakan tidak adanya lagi sumber dana bantuan yang dapat di gunakan untuk melanjutkan operasional LP3BL secara gratis / tanpa bayar seperti sebelumnya maka dengan sangat terpaksa diambil kebijakan untuk menarik pembayaran biaya pendidikan (SPP) dari para peminat (peserta diklat/mahasiswa). Akhirnya pada tanggal 1 Mei 2014 secara resmi operasional LP3BL kembali dibuka dengan menempati lokasi sementara di Ruko Graha Sandik No. 1, Dusun Sandik, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, sambil menunggu pembangunan Gedung baru milik sendiri yang berada persis bersebelahan dengan lokasi sementara yaitu di wilayah Dusun Penyangget, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Mengingat kondisi bangunan yang tidak begitu representative LP3BL membuka / menerima mahasiswa / peserta diklat dalam beberapa gelombang dimana gelombang 1 diikuti oleh 30 orang mahasiswa, gelombang 2 diikuti oleh 24 orang mahasiswa dan gelombang 3 diikuti oleh 12 orang mahasiswa.

Kemudian pada tanggal 1 Mei 2015 kegiatan Operasional LP3BL secara resmi dipindahkan ke lokasi baru di gedung baru milik lembaga sendiri yang dibangun diatas lahan pribadi seluas 9,5 are dan terletak di Jalan Pariwisata, Km 1 Jurusan Meninting-Sandik, wilayah Dusun Penyangget, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Gedung baru ini terdiri dari 3 (tiga) lantai.Pada lantai pertama terdapat 1 Ruang Kantor/Sekretariat yang sekaligus merupakan Ruang Dosen, dan 3 Ruang Kuliah. Pada Lantai kedua terdapat 1 ruang Praktik Kitchen, 1 Ruang Praktik Restaurant, 1 Ruang Praktik Housekeeping (Guest Room & Laundry) dan 1 ruang IT / Ruang Praktek Komputer. Pada lantai ketiga yang sedang dalam proses pembangunan, direncanakan akan dibuat sebagai Ruang Aula dengan kapasitas mencapai 200 orang. Sejak menempati gedung baru ini peminat / peserta pendidikan dan pelatihan di LP3BL semakin bertambah banyak. Hingga akhir tahun 2017 ini telah mencapai lebih dari 300 peserta dan bila digabungkan dengan jumlah alumni sebelumnya maka LP3BL telah meluluskan lebih dari 1000 orang alumni.